BIOLOGI RUMINANSIA

| Rabu, 13 Mei 2015









RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran          : Biologi
Kelas / Semester        : XI (Sebelas)/ 2
Pertemuan                 : 1, 2, dan 3
Alokasi Waktu            : 5 jam pelajaran
Standar Kompetensi  : 3.   Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada Salingtemas
Kompetensi Dasar    : 3.3 Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan penyakit yang dapat terjadi pada sistem pencernaan makanan pada manusia dan hewan (misalnya ruminansia)
Tujuan                       :  Siswa dapat mendeskripsikan struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang terjadi pada sistem pencernaan. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan);
  Karakter siswa yang diharapkan  : 
§  Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.
  Kewirausahaan / Ekonomi Kreatif   : 
§  Percaya diri, Berorientasi tugas dan hasil.
  
I.    Indikator Pencapaian Kompetensi
·         Menentukan kandungan gizi yang terdapat dalam bahan makanan dengan menggunakan uji makanan sederhana
·         Mengidentifikasi zat-zat yang terdapat dalam bahan makanan dan fungsinya bagi tubuh.
·         Menghubungkan  struktur dan  fungsi organ-organ dalam sistem pencernaan makanan manusia
·         Menjelaskan proses pencernaan makanan yang terjadi pada organ-organ sistem pencernaan makanan manusia.
·         Menjelaskan proses pencernaan makanan pada hewan ruminansia dengan menggunakan gambar
·         Menghubungkan antara struktur dan fungsi sistem pencernaan pada hewan vertebrata

II. Materi Ajar
o   Zat gizi dan fungsinya bagi manusia
o   Cara menguji kandungan zat gizi yang terdapat dalam bahan makanan
o   Organ-organ pada sistem pencernaan makanan manusia meliputi:
1.   Saluran pencernaan: mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar
2.   Kelenjar pencernaan: lambung, hati, pankreas, kelenjar usus
·         Proses pencernaan yang terjadi dalam sistem pencernaan makanan manusia
·         Sistem pencernaan pada hewan vertebrata terutama sistem pencernaan hewan ruminansia (memamah biak)
·         Berbagai gangguan atau penyakit yang terjadi dalam sistem pencernaan makanan manusia

III. Metode Pembelajaran
·         Diskusi-Pengamatan-Penugasan

Strategi Pembelajaran
Tatap Muka
Terstruktur
Mandiri
·     Praktek menguji makanan
·     Praktek tentang enzim dan kerja enzim
·     Mengidentifikasi sistem pencernaan makanan manusia
·     Mengamati sistem pencernaan makanan pada hewan vertebrata
·     Membuat peta konsep sistem pencernaan makanan  manusia
·     Melakukan pengujian kandungan gizi pada bahan makanan
·     Mengidentifikasi komponen yang terlibat dalam sistem pencernaan makanan manusia.
·     Menggambar struktur sistem pencernaan makanan hewan vertebrata
·     Membandingkan struktur sistem pencernaan makanan  pada berbagai hewan vertebrata
·     Siswa dapat Menentukan kandungan gizi yang terdapat dalam bahan makanan dengan menggunakan uji makanan sederhana
·     Siswa dapat Mengidentifikasi zat-zat yang terdapat dalam bahan makanan dan fungsinya bagi tubuh
·     Siswa dapat Menghubungkan  struktur dan  fungsi organ-organ dalam sistem pencernaan makanan manusia.
·     Siswa dapat Menjelaskan proses pencernaan makanan yang terjadi pada organ-organ sistem pencernaan makanan manusia.
·     Siswa dapat Menjelaskan proses pencernaan makanan pada hewan ruminansia dengan menggunakan gambar.
·     Siswa dapat Menghubungkan antara struktur dan fungsi sistem pencernaan pada hewan vertebrata



IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan 1 (2 jam pelajaran)
A.  Kegiatan awal (10 menit)
·         Guru meminta siswa mengidentifikasi zat-zat (gizi) yang terdapat dalam bahan makanan yang biasa dimakan siswa.
·         Siswa mengidentifikasi beberapa zat (gizi) yang terdapat dalam bahan makanan.
·         Guru menjelaskan bahwa bahan makanan dapat diuji kandungan zat gizinya dengan Kegiatan 6.1. Tes bahan makanan.
·         Guru meminta siswa menyiapkan alat dan bahan untuk pengujian bahan makanan.
B.  Kegiatan inti (70 menit)
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
·         Guru mendemonstrasikan pengujian dengan benedict, iod, dan biuret untuk reaksi positif yang dihasilkan. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan);
·         Siswa melakukan tes terhadap beberapa bahan makanan yang tersedia dengan tes benedict, iod, dan biuret. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan);
·         Siswa mencatat hasil pengujian, kemudian menyimpulkan kadungan zat gizi yang terdapat dalam bahan makanan tersebut. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan);
·         Siswa mengembalikan alat dan bahan yang digunakan dan membersihkan meja kerja. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan);
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,
·         Siswa menjawab pertanyaan diskusi dilanjutkan mengidentifikasi zat-zat gizi lain dan fungsinya bagi tubuh. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan);
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
·         Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.);
·         Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.);


C.  Kegiatan akhir (10 menit)
·        Siswa bersama guru menyimpulkan prinsip pengujian makanan. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan);
·        Siswa mengumpulkan laporan hasil praktek. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan);

Pertemuan 2 (2 jam pelajaran)
A.  Kegiatan awal (10 menit)
·         Guru meminta siswa mempersiapkan praktek Kegiatan 6.3.
·         Siswa mengambil alat dan bahan praktikum.
B.  Kegiatan inti (70 menit)
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
·         Siswa melaksanakan Kegiatan 6.3 dan mengamati hasilnya. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan);
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,
·         Siswa bersama guru mendiskusikan hasil pengamatan dan kesimpulan dengan menjawab pertanyaan untuk diskusi. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan);
·         Dengan diberikan gambar sistem pencernaan manusia siswa diminta mengidentifikasi organ-organ pada sistem pencernaan makanan manusia dan proses pencernaan yang terjadi. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan);
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
·         Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.);
·         Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.);
C.  Kegiatan akhir (10 menit)
·         Siswa bersama guru menyimpulkan proses pecernaan yang terjadi dalam sistem pencernaan makanan manusia. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan);
·         Siswa mengumpulkan laporan hasil pengamatan. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan);

Pertemuan 3 (1 jam pelajaran)
A.  Kegiatan awal (5 menit)
·         Guru meminta siswa membaca buku teks dan mengumpulkan informasi tentang sistem pencernaan makanan pada hewan vertebrata dan menyusunnya menjadi tabel perbandingan.
B.  Kegiatan inti (35 menit)
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
·         Siswa membaca buku teks, kemudian menyusun tabel perbandingan sistem pencernaan pada hewan vertebrata. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan);
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,
·         Siswa bersama guru mendiskusikan hasil perbandingan sistem pencernaan makanan pada hewan vertebrata. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan);
·         Dengan diberikan gambar sistem pencernaan hewan ruminansia, siswa diminta mendeskripsikan proses pencernaan pada hewan ruminansia. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan);
·         Siswa bersama guru mendiskusikan berbagai gangguan atau penyakit pada sistem pencernaan manusia. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan);
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
·         Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.);
·         Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.);
C.  Kegiatan akhir (5 menit)
·         Siswa bersama guru menyimpulkan perbandingan sistem pencernaan makanan pada hewan vertebrata dan proses pencernaan pada hewan ruminansia. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan);
·         Siswa bersama guru menyimpulkan berbagai gangguan pada sistem pencernaan makanan manusia. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan);

IV. Alat/Bahan/Sumber
·         Buku Kerja Biologi 2A, Ign. Khristiyono Ps , Esis
·         Buku Biologi jilid XI, Dyah Aryulina dkk, Esis, Bab VI
·         Beberapa bahan makanan
·         Tabung reaksi
·         Rak tabung reaksi
·         Pembakar spiritus
·         Regen biuret, iod, dan benedict

V.  Penilaian
            ·    Laporan hasil praktik uji makanan
            ·    Laporan hasil praktik enzim dan kerja enzim
            ·    Uji kompetensi tertulis




Mengetahui,
Kepala SMA ……………………



(_________________________)
NIP/NIK : ....................................

………………,…………………20…
Guru mapel Biologi



(_________________________)
NIP/NIK : ....................................


 
SILABUS KEGIATAN PEMBELAJARAN

Tingkat Satuan Pendidikan       : …………………………

Mata Pelajaran                          : Biologi

Kelas /  Semester                :  XI (Sebelas) / II
Standar Kompetensi            :   3.  Menjelaskan Struktur Dan Fungsi Organ Manusia Dan Hewan Tertentu , Kelainan/Penyakit Yang Mungkin Terjadi Serta Implikasinya Pada Salingtemas
Alokasi Waktu                      : 34 X 45 Menit

Kompetensi Dasar

Kompetensi Sebagai Hasil Belajar

Nilai Budaya Dan Karakter Bangsa
Kewirausahaan/
Ekonomi Kreatif
Materi Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber Belajar

3.1     Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem pencernaan makanan pada manusia dan hewan (misalnya ruminansia)



























·      Membuat peta konsep sistem pencernaan makanan  manusia
·      Melakukan pengujian kandungan gizi pada bahan makanan
·      Mengidentifikasi komponen yang terlibat dalam sistem pencernaan makanan manusia.
·      Menggambar struktur sistem pencernaan makanan hewan vertebrata
·      Membandingkan struktur sistem pencernaan makanan  pada berbagai hewan vertebrata.

Jujur
Kerja keras
Toleransi
Rasa ingin tahu
Komunikatif
Menghargai prestasi
Tanggung Jawab
Peduli lingkungan



Percaya diri
Berorientasi tugas dan hasil.


·    Zat gizi dan fungsinya bagi manusia
·    Cara menguji kandungan zat gizi yang terdapat dalam bahan makanan
·    Organ-organ pada sistem pencernaan makanan manusia meliputi:
1. Saluran pencernaan: mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar
2. Kelenjar pencernaan: lambung, hati, pankreas,  kelenjar usus
·    Proses pencernaan yang terjadi dalam sistem pencernaan makanan manusia
·    Sistem pencernaan pada hewan vertebrata terutama sistem pencernaan hewan ruminansia (memamah biak)
·    Brbagai gangguan atau penyakit yang terjadi dalam sistem pencernaan makanan manusia.


·      Praktek menguji makanan
·      Praktek tentang enzim dan kerja enzim
·      Mengidentifikasi sistem pencernaan makanan manusia
·      Mengamati sistem pencernaan makanan pada hewan vertebrata

·      Menentukan kandungan gizi yang terdapat dalam bahan makanan dengan menggunakan uji makanan sederhana
·      Mengidentifikasi zat-zat yang terdapat dalam bahan makanan dan fungsinya bagi tubuh
·      Menghubungkan  struktur dan  fungsi organ-organ dalam sistem pencernaan makanan manusia.
·      Menjelaskan proses pencernaan makanan yang terjadi pada organ-organ sistem pencernaan makanan manusia.
·      Menjelaskan proses pencernaan makanan pada hewan ruminansia dengan menggunakan gambar.
·      Menghubungkan antara struktur dan fungsi sistem pencernaan pada hewan vertebrata.





·    Jenis tagihan:
1. Laporan praktikum pengamatan enzim
2. Laporan praktikum uji makanan
3. Uji kompetensi tertulis
·    Instrumen penilaian:
1.Lembar penilaian laporan praktikum
2.Soal uji kompetensi tertulis
3.Uji kompetensi tertulis

5 x 45 menit

·   Buku kerja Biologi 2B, Lgn, Kristiyono, Esis
·    Buku Biologi XI, Dyah Aryulina dkk, Esis, Bab VI
·    Beberapa bahan makanan
·       Tabung reaksi
·    Rak tabung reaksi
·    Pembakar spiritus
·    Regen biurat, iod, dan benedict






MATERI PEMBELAJARAN

SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA RUMINANSIA
  1. Hewan Ruminansia (Subordo Ruminantia) adalah kelompok hewan mamalia yang bisa memakan dua kali sehingga kelompok hewan tersebut dikenal juga sebagai hewan memamah / mengunyah makanannya sebanyak dua fase.
  2. Organ pencernaan pada hewan ruminansia yaitu :
    • Rongga Mulut ( cavum oris )
    • Kerongkongan (esophagus)
    • Lambung (ventrikulus)
    • Usus Halus ( intestinum)
    • Usus besar (colon)
    • Rectum dan Anus
Skema Pencernaan Hewan Ruminansia

  1. Gigi pada hewan ruminansia yaitu :
    • Gigi seri (insisivus) mempunyai bentuk yang sesuai untuk menjepit makanan berupa tetumbuhan seperti rumput.
    • Gigi taring (caninus) tidak berkembang.
    • Gigi geraham belakang (molare) berbentuk datar dan lebar. Makanan yang direnggut dengan bantuan lidah secara cepat dikunyah dan dicampur dengan air liur dalam mulut, kemudian ditelan masuk ke dalam lambung melalui esofagus.
  2. Esofagus merupakan saluran penghubung antara rongga mulut dengan lambung. Di sini tidak terjadi proses pencernaan. Esofagus pada sapi sangat pendek dan lebar, serta lebih mampu membesar(berdilatasi). Esofagus berdinding tipis dan panjangnya bervariasi, diperkirakan sekitar 5 cm.
  1. Lambung Ruminansia terdiri atas empat ruangan yaitu:
    • Rumen (perut besar/perut urat daging),
    • Retikulum (perut jala),
    • Omasum (perut buku),
    • Abomasum (perut kelenjar/perut masam).
  2. Rumen (perut besar) berfungsi sebagai gudang sementara bagi makanan yang ditelan.
  3. Retikulum (perut jala) berfungsi sebagai penahan partikel pakan pada saat regurgitasi rumen.
  4. Omasum (perut buku) berfungsi sebagai grinder, fermentasi, filtering, absorpsi.
  5. Obamasum berfungsi untuk mencegah digesta yang ada di obomasum kembali ke omasum. Obamasum terdiri dari 3 bagian yaitu :
    • Kardia           : sekresi mucus
    • Fundika         : pepsinogen, renin, HCl, mucus
    • Pilorika         : sekresi mukus
  6. Usus halus (intestinum) berfungsi pencernaan enzimatis dan absorpsi. Kedalam usus halus masuk 4 sekresi yaitu cairan duodenum, cairan empedu, cairan pancreas dan cairan usus.
  7. Usus besar (colon) berbentuk tabung berstruktur sederhana. Fungsi usus besar yaitu fermentasi oleh mikroba.
  8. Proses pencernaan pada hewan ruminansia : Makanan masuk ke rumen dan mengalami pembusukan oleh mikrorganisme.Makanan akan didorong ke retikulum, kemudian diaduk-aduk hingga dihasilkangumpalan-gumpalan ksasar(bolus). Bolus akan didorong kembali ke mulut untuk dikunyah lagi. Bolus yang sudah dikunyah kemudian masuk ke dalam omasum dimana makanan lebih dihaluskan lagi. Makanan kemudian masuk ke abomasum dan dicerna secara kimiawi.
Sistem Pencernaan Hewan Ruminansia

KELAINAN ATAU PENYAKIT PADA SISTEM PENCERNAAN
1. Karies pada Gigi (Dental Caries) :
Orang mengenal karies gigi sebagai “gigi berlubang”. Lubang terbentuk karena lapisan email gigi terkikis oleh asam yang dihasilkan oleh bakteri. Ketika sisa-sisa makanan tertinggal di sela-sela gigi, sisa-sisa makanan tersebut akan menjadi media pertumbuhan bakteri. Bakteri mencerna sisa makanan tersebut dan menghasilkan asam. Asam inilah yang mengikis lapisan email gigi. Jika lubang ini telah mencapai bagian rongga pulpa, tempat jaringan saraf dan pembuluh darah, gigi akan terasa sakit dan mengganggu. Untuk mencegahnya, gosoklah gigimu setelah makan.

2. Ulkus (Tukak Lambung/Mag) :
Mag adalah peradangan yang terjadi pada dinding lambung. Hal tersebut disebabkan asam (HCl) yang dihasilkan lambung terlalu banyak sehingga mengikis dinding lambung. Selain itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa ulkus dapat disebabkan oleh bakteri Makan yang teratur dapat mencegah terjadinya mag.

3. Diare :
Diare merupakan gangguan yang disebabkan infeksi pada kolon. Infeksi ini terjadi karena bakteri tertentu (misalnya E.coliV.cholerae, dan Aeromonas sp.) melimpah jumlahnya. Hal tersebut mengganggu proses penyerapan air sehingga feses keluar dalam bentuk cair. 

4. Sembelit (Konstipasi) :
Jika pada kasus diare air tidak terserap sempurna, kasus sembelit terjadi sebaliknya, air justru terlalu banyak terserap. Gerak peristaltik usus halus yang terlalu lambat juga dapat menjadi penyebabnya. Semakin lama feses berada di dalam usus besar, semakin banyak air yang terserap sehingga 

5. Radang Usus Buntu (Appendicitis) :
Radang usus buntu sering disebabkan oleh bakteri. Hal ini dapat terjadi karena adanya penyumbatan usus buntu oleh tinja yang mengeras atau zatzat asing lainnya (misalnya, biji-bijian). Appendicitis dapat menyebabkan usus buntu bengkak, membusuk, dan pecah.


Video Proses Pencernaan Hewan Ruminansia :

 




0 komentar:

Prev
▲Top▲
Cute Bow Tie Hearts Blinking Blue and Pink Pointer